Taman Kota Prabumulih Bukannya Jadi Tempat Wisata, Malah Jadi Tempat Sampah

Prabumulih

Taman kota yang harusnya jadi tempat wisata bagi warga setempat, malah berubah jadi tempat sampah. Hal itu terjadi di kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Pantauan di lokasi pada Rabu (29/11) memperlihatkan kondisi Taman Kota Prabumulih yang dipenuhi oleh sampah. Warga setempat pun mengeluh karena bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah itu.

Warga juga khawatir akan timbul penyakit yang diakibatkan oleh timbunan sampah yang tidak segera ditangani tersebut. Taman kota yang seharusnya menjadi tempat rekreasi, malah berubah jadi lokasi tempat pembuangan sampah (TPS).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Prabumulih, Maiduty Fitriansyah mengatakan, pengangkutan sampah di Taman Kota Prabumulih terkendala karena salah satu armada mengalami kerusakan. Itu menyebabkan sampah di tempat tersebut menumpuk.

“Iya, ada kendala mobil truk patah as. Sampai saat ini masih di bengkel. Biasanya sampah di lokasi itu diangkut pagi, namun sementara ini sore dengan armada dari rute lainnya,” ujar Maiduty saat dikonfirmasi.

Selain kerusakan armada mobil truk sampah, volume sampah terus bertambah sehingga menyebabkan TPS kelebihan kapasitas. TPS lain di sekitar wilayah itu pun ditutup warga karena dianggap mengganggu.

“Makanya sampah sampai meluber ke jalan, selain karena volumenya bertambah juga akibat dari pemulung mengobrak-abrik sampah,” jelasnya.

Upaya Pemkot Prabumulih Sudah Maksimal

Maiduty mengakui, upaya Pemkot Prabumulih sudah maksimal dalam menjaga keindahan taman kota dan manajemen pembuangan sampah. Saat ini, mereka memiliki 15 unit dump truck, 3 unit truk amrol, 2 unit pikap, dan 3 unit motor sampah.

“Total ada 23 unit armada untuk mengangkut sampah. Saat ini, kisaran sampah yang tertimbang di tempat pembuangan akhir (TPA) per hari sekira 100-150 ton per hari,” ungkapnya.

Jumlah armada itu masih akan dioptimalisasi rute-rutenya agar lebih efektif dan efisien setelah koordinasi dengan kelurahan. Sementara armada-armada pengangkut sampah milik swasta yang juga ikut membantu penanganan sampah, belum terkoordinir.

“Optimalisasi rute dan konsolidasi dengan kelurahan akan kita lakukan untuk mengatasi sampah. Termasuk mencari pola-pola penanganan sampah dari sumbernya dengan menggandeng LSM lingkungan dan Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R),” pungkasnya.

—–

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

Simak Video “Hilux Tabrak Sigra di Tol Indralaya-Prabumulih, Pengemudi Terkapar”[Gambas:Video 20detik](wsw/wsw)

 

Updated: Desember 1, 2023 — 8:05 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *